Minggu, 06 Oktober 2013

Akuntansi Perbankan



Laporan Pendahuluan Minggu 1

1.      Sebutkan apakah yang dimaksud dengan Bank?
Asal dari kata bank adalah dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti tempat penukaran uang. Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.
Sedangkan pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

2.      Jelaskan tugas tunggal Bank Indonesia!
Bank Indonesia mempunyai satu tugas tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.

3.      Apakah yang dimaksud dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)?
Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK, adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK.

4.      Sebutkan secara lengkap tugas dan wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)!
OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap:
1.      kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan;
2.      kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal; dan
3.      kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.
Untuk melaksanakan tugas pengaturan, OJK mempunyai wewenang:
1.      menetapkan peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini;
2.      menetapkan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;
3.      menetapkan peraturan dan keputusan OJK;
4.      menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan;
5.      menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK;
6.      menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap Lembaga Jasa Keuangan dan pihak tertentu;
7.      menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga Jasa Keuangan;
8.      menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan dan kewajiban; dan
9.      menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
Untuk melaksanakan tugas pengawasan, OJK mempunyai wewenang:
1.      menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan;
2.      mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif;
3.      melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan Konsumen, dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;
4.      memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu;
5.      melakukan penunjukan pengelola statuter;
6.      menetapkan penggunaan pengelola statuter;
7.      menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan; dan
8.      memberikan dan/atau mencabut:
1.      izin usaha;
2.      izin orang perseorangan;
3.      efektifnya pernyataan pendaftaran;
4.      surat tanda terdaftar;
5.      persetujuan melakukan kegiatan usaha;
6.      pengesahan;
7.      persetujuan atau penetapan pembubaran; dan
8.      penetapan lain, sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
5.      Menurut kalian apakah yang dimaksud dengan Bank Kustodian? Sebutkan contohnya minimal 5!
Bank kustodian atau disingkat kustodian adalah suatu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan. Bank kustodian ini akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan dari asset seperti saham, obligasi, serta melaksanakan tugas administrasi seperti menagih hasil penjualan, menerima deviden, mengumpulkan informasi mengenai perusahaan acuan seperti misalnya rapat umum pemegang saham tahunan, menyelesaikan transaksi penjualan dan pembelian, melaksanakan transaksi dalam valuta asing apabila diperlukan, serta menyajikan laporan atas seluruh aktivitasnya sebagai kustodian kepada kliennya.
  Bank Central Asia
  Standard Chartered Bank
  Bank Internasional Indonesia
  Bank CIMB Niaga
  HSBC
  Citibank N.A
6.      Apa yang kalian ketahui tentang akuntansi perbankan?
Akuntansi perbankan adalah Proses akuntansi bank bertujuan untuk kepentingan pencatatan, penganalisaan, dan penafsiran data keuangan guna memenuhi kebutuhan berbagai pihak.Laporan keuangan bank harus sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima secara luas atau Teknik pembukuan, posting, dan pencatatan semua transaksi yang dilakukan dalam kegiatan operasional suatu Bank.
7.      Bagaimana penerapan teknologi informasi pada sistem perbankan saat ini?
Semakin majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang2 bank yang disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan sekarang sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah banyak diterapkan bank.
Dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa seperti :

- Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via teller.
- Adanya ATM ( Auto Teller Machine ) pengambilan uang secara cash secara 24 jam.
- Penggunaan Database di bank – bank.
- Sinkronisasi data – data pada Kantor Cabang dengan Kantor Pusat Bank.





8.      Sebutkan 2 metode pencatatan pada akuntansi perbankan!
            Proses Akuntansi Bank
Proses Akuntansi Bank pada umumnya sama dengan proses akuntansi umum, tapi banyak diperlukaan buku pembantu umum untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang terjadi pada bank. Selain itu juga banyak dijumpai dokumen -dokumen dasar/formulir untuk mencatat setiap jenis transaksi.
Proses Akuntansi Bank dapat diilustrasikan sbb :
Transaksi hari – hari bersangkutan berikutnya – Laporan keuangan hari bersangkutan – Pengambilan keputusan – transaksi
Proses Akuntansi Bank dapat dilakukan secara manual ataupun Komputerisasi. Perbedaan antara pencatatan manual dengan komputerisasi adalah sbb :
Manual
1.      Semua pekerjaan mulai dari pencatatan sampai dengan pengikhtisaran dilakukan oleh tangan manusia.
2.      Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses akuntansi.
3.      Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan merupakan hal yangb kritis.
4.      Perlu pemisahan antara petugas yang menyiapkan buku harian, jurnal dan buku besar.
Komputerisasi
1.      Hanya melibatkan tangan manusia dalam proses key-in ( mencatat dokumen bisnis) kedalam komputer.
2.      Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin oleh komputer
3.      Unsur yang palin kritis adalah program komputer yang digunakan dalam memproses kegiatan akuntansi.

           

Jumat, 04 Oktober 2013

Makan-Makan Bro.. : Warung Sop buah segar pak Ewok Bogor

Assalammualaikum Wr.Wb.
Selamat pagi, siang, sore, malam bro..
Saya menulis ini pada malam hari bro. So, jd saya selamat malam nya. hehe. Perkenalkan nama saya Muhammmad Ramadhan Saputra, mahasiswa Universitas Ungu alias Universitas Gunadarma. Saya hobi wisata kuliner dan maksud saya nulis diblog ini untuk sedikit menceritakan pengalaman saya wisata kuliner di kota hujan alias Bogor. Dan juga kebetulan saya tinggal di Bogor. Seperti saya sudah kasih judul di atas tulisan ini dan pasti pembaca juga sudah tahu nama tempat nya. Sop buah pak Ewok, menurut cerita sih sudah ada lama menjadi TuKul (Tujuan Kuliner). Cuma saya sudah tau sejak SMA kesana untuk nongkrong-nongkrong aja. Jalan kesana agak ‘aneh” jalannya sempit, parkir susah, didalam lagi tapi rame .. Sop buah pak Ewok dengan jargonnya segar, enak dan murah sungguh sangat menarik . Dan jika dilihat harganya memang tidak terlalu mahal cukup murah dan pengunjungnya bermacam macam mulai dari mahasiswa, keluarga, sampai yang memang sedang berwisata kuliner termasuk saya. Menu yang tersedia ternyata bermacam macam tidak cuma sop buah saja, mulai dari batagor, empek empek, Nasi ayam, Sop Buah tentu saja, dan lain lain yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu. Mpek mpek dan Batagornya enak, rasanya imbang, pas rasanya. Sop buahnya lumayan seger. Dengan harga yang tidak terlalu mahal, enaknya kita bisa mencoba berbagai macam makanan yang tersedia disitu tanpa kuatir tagihan meledak.

Sempat saya untuk berbincang-bincang salan satu dengan pengunjung, sebut saja Ibu Lilis, dia seorang ibu rumah tangga asal Bogor yang sedang mengajak keluarganya untuk makan dan berkunjung ke Sop Buah Pak Ewok, kesan dia tempat ini nyaman untuk kumpul keluarga sekaligus untuk mengisi akhir pekan bersama keluarga, selain itu dia juga bergurau sembari bernostalgia sewaktu muda senang berwisata kuliner.
  
1. sop buah kuah jeruk pak ewok 2 2. batagor sop buah pak ewok 3 3. empek empek sop buah pak ewok 4 4. nasi timbel ayam bakar sop buah pak ewok 5 5. suasana sop buah pak ewok 6

Tempat makan di Sop buah pak ewok nuansanya hangat, dengan tempat duduk yang berdekatan satu sama lain, membuat sesama pengunjung jadi seperti akrab aja. Ditambah penggunaaan material kayu sebagai atap, kursi dan meja nya makin menambah hangat atmosfirnya.
Overall mantap pak Ewok ..
Resep Original dari Pak Ewok, paduan lebih dari 10 macam buah segar,disajikan dingin dengan gula yang khas. Ada Sop Buah Susu (Rp. 8.500), Sop Buah Jeruk (Rp. 8.500), Sop Buah Yoghurt (Rp.10.500), dan Sop Buah Duren (Rp. 13.500). DIsamping itu juga tersedia Pempek, Batagor, Mie Ayam Jamur, dll.

Kalau perlu alamat Sop Buah pak Ewok ada di Jalan Tunggul no. 5 Taman Kencana – Bogor. (katanya tidak buka cabang)
Jam buka 10.00 – 21.00
Hari Jumat 13.00 – 21.00
Bisa delivery oder juga nih klo butuh nomor teleponnya 0251 – 8311 174

sumber : http://bpras.com/indonesia/jawa-barat/bogor/minuman-segar-sop-buah-pak-ewok-bogor/
              http://www.geokuliner.com/sop-buah-pak-ewok/







Rabu, 02 Oktober 2013

Yang Ngurusi Bukan Ngrusuhi…

Ketika seorang genius menemukan permainan yang menjadi cikal bakal catur di dunia, sang raja dimana penemu tersebut tinggal sangat gembira dengan permainan yang mengasah otak ini. Kemudian sang raja bertitah pada sang penemu : “ sekarang kamu ingin hadiah apa dari aku ? apa saja yang kamu mau, pasti aku berikan !”. Sang penemu bimbang sejenak, kemudian berucap dengan merendah : “Mohon maaf paduka, hamba hanya ingin bisa makan nasi yang cukup, bagi hamba dan anak-anak keturunan hamba”. Rajapun menganggap enteng permintaan ini.

Kemudian dia perintahkan bendahara kerajaan untuk menyiapkannya, tetapi kemudian sang raja-pun buru-buru berucap : “Nanti dulu, berapa banyaknya beras yang engkau butuhkan untuk anak-anak dan keturunanmu ?”. Maka dengan merendah pula sang penemu berucap : “Mohon maaf paduka, untuk adilnya silahkan para ilmuwan raja saja yang menghitungnya”.

Lalu semua ilmuwan di kerajaan dikerahkan untuk menghitung kebutuhan beras bagi si penemu beserta anak keturunannya. Maka tidak ada satupun yang bisa menghitung kebutuhannya, mendekati dengan ilmu yang logis-pun tidak ada yang bisa.

Maka raja menyerah pada sang penemu – yang memang orang paling cerdas pada jamannya. Lalu sang raja berucap pada si penemu : “ Kami menyerah, sedangkan kamu adalah orang yang paling cerdas di negeri ini – tolong dihitung kebutuhan beras untukmu dan anak keturunanmu – agar kami dapat penuhi”.

Karena diminta sang raja, maka si penemu-pun menguraikan teorinya : “ Begini paduka, papan (catur) yang saya buat itu sesungguhnya cukup untuk menghitung kebutuhan beras bagi hamba dan anak-anak keturunan hamba…”.

Kemudian dia melanjutkan : “Mulai dengan menaruh satu butir beras di kotak pertama, kemudian lipatkan dua pada setiap kotak berikutnya – maka itu akan cukup untuk hamba dan anak-anak keturunan hamba”.

Setelah itu para ilmuwan kerajaan diminta untuk menakar beras sesuai dengan cara mengitung yang disampaikan si penemu. Tetapi kemudian mereka-pun rame-rame menghadap sang raja kembali dengan panik.

Mereka menyampaikan : “Mohon maaf paduka, kerajaan tidak akan mampu memberikan hadiah seperti yang paduka janjikan pada sang penemu ini”. Kemudian mereka menunjukkan hitungannya kurang lebih seperti pada ilustrasi dibawah.


Papan perhitungan kebutuhan pangan

Satu butir yang dilipat duakan pada kotak berikutnya menjadi dua butir. Ketika sampai di penghujung baris pertama sudah menjadi 128 butir. Di akhir baris yang tengah sudah mendekati 2.1 milyar butir. Pada ujung baris paling atas sudah menjadi sekitar 9.2^18 butir beras. Ini kurang lebih jumlah beras yang cukup untuk memberi makan bagi seluruh penduduk bumi yang ada sekarang sampai selama seribu tahun mendatang !.

Raja terbelalak dengan angka ini, dia telah salah sangka menganggap enteng urusan pangan yang dijanjikan untuk rakyatnya ini. Namun karena dia raja, dia tidak mau dilecehkan kecerdasannya oleh rakyatnya yang paling cerdas sekalipun. Maka bukannya hadiah yang akhirnya diberikan pada sang penemu, tetapi hukuman pancung karena telah memusingkan raja.

Cerita ini tentu fiksi belaka, tetapi nilai pelajarannya adalah tentang beratnya urusan pangan ini. Jangan sampai pemimpin negeri-negeri menganggap enteng urusan yang satu ini. Urusan pangan (dan juga urusan-urusan lain tentu saja ) harus diserahkan pada yang bener-bener ahlinya. Bila tidak maka yang terjadi bukannya mereka ngurusi urusan pangan rakyat, tetapi malah ngrusuhi (merecoki) urusan pangan mereka.

Waktu saya SMP sekitar 4 dasawarsa lalu, saya mendengar (Rh)Oma Irama menyanyikan lagu 135 juta penduduk Indonesia. Sekarang divisi kependudukan PBB memperkirakan bahwa penduduk Indonesia mencapai 272 juta di tahun 2025, atau lipat dua kali selama rentang waktu kurang lebih 50 tahun. Ketika sampai ke cucu kita, 50 tahun berikutnya – penduduk negeri inipun lipat dua kalinya menjadi sekitar 544 juta jiwa.

Pertanyaannya adalah makan apa mereka nanti ? dimana mereka akan tinggal ? minum air yang seperti apa mereka ? apakah masih tersisa udara bersih untuk mereka ? dlsb. dlsb.

Masa itu memang masa yang seolah lama, tetapi ingat apa yang kita lakukan saat ini sangat menentukan kondisi bumi seperti apa yang akan kita wariskan ke anak cucu kita kelak.

Allah memang menyediakan bumi seisinya ini cukup untuk seluruh makhluknya, tetapi Allah juga memerintahkan kita untuk menjadi pemakmurnya (QS 11:61). Kecukupan pangan bagi seluruh penduduk bumi hanya terjamin bila kita tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan kita kembali ke jalanNya.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS 30 :41).

Artinya apa ini semua ?, semua masalah kita termasuk urusan pangan ini, harus bener-bener diurusi dengan mengikuti jalanNya. Bila tidak, maka yang seharusnya ngurusi-pun bisa berakhir dengan ngrusuhi urusan-urusan rakyat ini. Wa Allahu A’lam.

Oleh : Muhaimin Iqbal  
sumber : http://geraidinar.com/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/84-gd-articles/umum/1315-yang-ngurusi-bukan-ngrusuhi

Jumat, 27 September 2013

Matematika Petani…

Di salah satu desa paling subur di Magelang - Jawa Tengah, lurah setempat mengaku tidak bisa membendung aliran penjualan tanah sawah para petani. Para petani lebih tertarik untuk menjual sawah-sawah mereka untuk sekedar membiayai anaknya masuk menjadi pegawai negeri, polisi atau tentara. Mengapa demikian ? dengan cara bertani konvensional, pendapatan petani memang tidak menarik. Tetapi petani bukan tanpa harapan, ada peluang besar menanti mereka.

Yang saya sebut bertani konvensional adalah bertani seperti yang dilakukan oleh para petani sekarang. Sekali menanam, panen sekali dan untuk ini diperlukan tenaga kerja yang intensif, biaya benih, pupuk dan obat-obatan.

Cara bertani demikian sebenarnya belum terlalu lama, sebelum Perang Dunia II umumnya petani tidak mengenal pupuk apalagi insektisida seperti yang mereka kenal sekarang. Dunia mengenal pupuk kimia setelah produksi bahan-bahan kimia untuk keperluan perang di masa PD II tidak habis terjual, maka bahan-bahan kimia tersebut dijuallah ke para petani dalam bentuk pupuk !

Akibatnya tanah menjadi seperti orang yang kecanduan, bila tidak diberi pupuk produksi langsung turun – tetapi bila terus diberi pupuk – kualitas tanah juga terus menurun secara gradual, dan dalam jangka panjang produktifitas lahan juga pasti turun.

Ketika biaya bertani meningkat pesat karena ongkos pupuk dan obat-obatan kimia, sementara hasil pertaniannya menurun – maka disitulah penghasilan petani menjadi tidak menarik dan mereka rame-rame menjual lahannya ke kelompok masyarakat yang bukan petani dan tidak terlalu eager untuk memakmurkan lahan pertanian. Dari sinilah muncul masalah besar produksi pangan kita secara nasional.

Bila petani Indonesia rata-rata memiliki lahan 0.25 hektar, maka di daerah yang paling subur sekalipun mereka hanya akan panen padi tiga kali. Katakanlah masing-masingnya 6 ton/hektar (rata-rata nasional hanya 5.1 ton/hektar), petani dengan 0.25 ha lahan hanya akan mendapatkan 1.5 ton gabah sekali panen. Dengan harga gabah sekarang dikisaran Rp 5,000/kg; petani hanya memperoleh hasil penjualan gabahnya Rp 7.5 juta per panen. Tiga kali panen berarti mendapatkan Rp 22.5 juta.

Tetapi ingat bahwa Rp 22.5 juta ini adalah penjualan kotor, setelah dipotong biaya tenaga kerja, bibit, pupuk dan obat-obatan katakanlah 50 %-nya, maka petani dengan luas lahan 0.25 hektar yang subur hanya akan mendapatkan pendapatan bersih Rp 11.25 juta setahun (tiga kali panen) atau Rp 937,500,- bila dirata-rata bulanan.

Gaji pegawai negeri terendah-pun kini Rp 1,323,000 per bulan (golongan 1 A dengan masa kerja nol tahun), jauh lebih tinggi dari petani rata-rata yang memiliki lahan 0.25 hektar. Maka tidak mengherankan bila para petani hingga kini terus rajin menjual lahannya untuk membiayai anaknya masuk menjadi pegawai negeri dlsb.

Bila arus ini dibiarkan terus, maka akan semakin banyak lahan-lahan petani yang jatuh ke tangan orang kaya hanya untuk sekedar klangenan (hiburan), mereka tidak antusias mengolahnya dan malah lebih sering hanya sebagai investasi belaka. Ketahanan pangan nasional akan terancam bila praktek demikian dibiarkan.

Lantas apa solusinya ? berikut adalah setidaknya  dua solusi yang kami padukan dari multi disiplin dan masing-masing keahlian telah memulai mencobanya di lapangan atau mulai melakukan pembibitannya.

Pertama adalah Go Organic – ini yang sudah dicoba oleh team kami di Jawa-Tengah dengan hasil yang sangat baik. Bertani organic tidak harus mahal, justru sebaliknya bisa menjadi murah karena tidak ada pupuk dan obat-obatan kimia yang perlu dibeli mahal, cukup membuat sendiri dengan komponen microba yang sangat murah.

Menurut hitungan team kami bahkan setelah sekitar 15 kali panen (5 tahun), pupuk-pupuk organic-pun tidak diperlukan sama sekali. Tanah sudah kembali subur alami kembali ke pra PD II sebelum pupuk kimia dikenal !

Kedua melengkapi pojok-pojok sawah petani dengan tanaman jangka panjang yang diambil buahnya. Ide kami adalah bisa kurma, zaitun, anggur atau kombinasi diantaranya. Petani hanya perlu menanam sekali tetapi akan terus memetik hasilnya sampai anak turunan mereka.

Dengan dua langkah ini saja matematika petani sudah akan jauh berubah. Dengan hasil yang dua kali lipat dan biaya yang separuh dari sebelumnya, maka bertani sudah bisa kembali menarik.

Hasil dua kali lipat ini ditunjukkan oleh beberapa kali panen padi organik kami di Boyolali yang berada di sekitar angka 12 ton/hektar atau 3 ton untuk tanah 0.25 hektar. Penjualan kotor padi petani menjadi 3x3,000xRp 5,000 = Rp 45,000,000. Setelah dipotong biaya tenaga kerja dan pupuk organik Rp 11,250,000, petani dengan 0.25 ha lahan akan memiliki penghasilan bersih Rp 33.75 juta setahun atau rata-rata Rp 2,812,500 sebulan.

Dengan angka ini saja bertani sudah bisa kembali lebih menarik ketimbang memaksakan diri menjual sawah untuk biaya anak masuk menjadi pegawai. Hasil bertani akan semakin menarik, manakala poohon-pohon jangka panjang yang ditanam tersebut mulai berbuah beberapa tahun kemudian.

Dari sinilah kami melihat masa depan cerah bagi petani bisa kembali kita visikan. Bila masa depan petani cerah, maka ketahanan pangan nasional-pun insyaAllah akan aman.

Mudahkah ini ?, tentu tidak ada yang mudah, semuanya membutuhkan kerja keras yang memerlukan kesabaran. Tetapi semua itu mungkin dilakukan karena memang sudah dicoba. Bahkan bagi masyarakat yang membutuhkan pelatihan untuk bertani secara organic ini, unit usaha kami di Boyolali- Jawa Tengah insyaAllah bisa membantu.

Lebih dari ikhtiar yang bersifat fisik, masyarakat juga perlu diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaannya secara terus menerus. Hanya dengan iman dan takwa inilah negeri ini akan memperoleh keberkahanNya, dan di negeri yang diberkahi, hasil panenan itu banyak dan enak (QS 2:58). InsyaAllah.
Oleh : Muhaimin Iqbal  
sumber : http://www.geraidinar.com/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/81-gd-articles/entrepreneurship/1312-matematika-petani